'Gorontalo, luar biasa...
Aku ada hanyalah untukmu...'
Aku ada hanyalah untukmu...'
Sepenggal lirik lagu karya Bapak Rusli Habibie, Gubernur Provinsi Gorontalo yang menceritakan tentang betapa luar biasanya provinsi Gorontalo dan cintanya terhadap Gorontalo.
Sabtu, 9 Maret 2019 pukul 16.00 WITA. Sore itu aku tiba di Bulotada'a Timur, Sipatana, Kota Gorontalo. Perjalanan cerah selama kurang lebih 10 jam, diakhiri rintik gerimis hujan di kota yang terkenal dengan 'milu' atau jagung nya dan sampai dibuatkan plesetan dari kode no polisi kendaraan bermotor di sana, DM yang menjadi kepanjangan dari Daerah Milu. Hahaha... Ada-ada saja warga +62 di daerah ber-plat nomor DM ini.
Sabtu, 9 Maret 2019 pukul 16.00 WITA. Sore itu aku tiba di Bulotada'a Timur, Sipatana, Kota Gorontalo. Perjalanan cerah selama kurang lebih 10 jam, diakhiri rintik gerimis hujan di kota yang terkenal dengan 'milu' atau jagung nya dan sampai dibuatkan plesetan dari kode no polisi kendaraan bermotor di sana, DM yang menjadi kepanjangan dari Daerah Milu. Hahaha... Ada-ada saja warga +62 di daerah ber-plat nomor DM ini.
Perjalanan tidak begitu berat, karena memang aku sudah terbiasa melakukan perjalanan dinas dari Manado ke Gorontalo dan menginap seminggu di sana lalu pulang ke Manado. Perjalanan ku tempuh melalui rute Manado - Tumpaan - Amurang - Tenga - Bintauna - Boroko - Gorontalo Utara - Gorontalo. Tidak semuanya aku sebutkan karena akan sangat panjang jika disebutkan satu per satu.
Jalan Yusuf Hasiru, Kelurahan Bulotada'a Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo merupakan alamat sebuah kediaman yang sengaja saya tuju untuk persinggahan perjalanan panjang saya kali ini untuk mencari pecahan bola empat arwah... . . . . . Krik krik krik... (dikiranya Inu Yasha)
Banyak hal aku lakukan di Gorontalo. Namun yang paling seru saat ikut membantu berjualan Mr. Helmi Sadiq Basalamah, rekan seprofesi, Area Sales & Promotion Representative PT. Indis Tata Persada (free sponsorship lagi...) untuk area Gorontalo. Kami menghadiri event pasar murah pada tanggal 14 Maret 2019 yang berdasarkan informasi setempat memang program rutin dari Gubernur Gorontalo, Bapak Rusli Habibie.
Pasar murah kali ini berlokasi di Batudaa, Pak Gubernur juga hadir pada event tersebut. Aku melihat antusiasme masyarakat setempat terhadap event pasar murah ini. Warga akan mendapatkan kupon dan bisa ditukarkan dengan sembako dengan harga sangat murah. Ada beberapa barang yang dijual di pasar murah tersebut seperti beras, telur, gula, bawang, lombok, dan minyak goreng.
Di pasar murah juga menyediakan layanan jasa pemeriksaan kesehatan gratis, beserta obatnya. 'Wow...', itu yang terbersit di benakku. Yap, aku bukan warga asli sana, jadi aku tidak berhak mengambil kupon di sana. Mungkin mengambilnya juga butuh identitas dan rekomendasi dari perangkat daerah setempat, aku tidak tahu.
Namun, selain hal-hal tersebut, ada hal yang paling berkesan untuk dikenang. Jadi, saat Pak Gubernur sampai di lokasi event, beliau naik di panggung dan melakukan pembukaan event. Di sela-sela pembukaan, beliau menyanyikan lagu 'Aku Ada Hanya Untukmu'. Lagu tersebut adalah ciptaan Bapak Gubernur yang menunjukkan betapa cintanya beliau terhadap Gorontalo dan masyarakatnya. Berikut lagu 'Aku Ada Hanya Untukmu' karya Bapak Rusli Habibie:
Gorontalo memang luar biasa. Pengalaman yang sangat berkesan, mengetahui betapa seorang pemimpin daerah dengan caranya yanh sedemikian rupa mencintai daerahnya dan masyarakatnya.
Perjalananku akan berlanjut ke Palu pada Senin, 18 Maret 2019. Kisahku di Palu akan menceritakan tentang aku yang bertemu keluargaku pasca tragedi tsunami Palu dan Donggala lalu untuk pertama kalinya. Bisa dibilang mengharukan dan menggembirakan karena mereka menjadi keluarga baruku.
Thanks for reading and see u...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar